NFS di sini bukan Need for Speed lho yaa :p NFS adalah kependekan dari Network File System. NFS adalah protokol standar yang digunakan oleh sistem operasi UNIX-like untuk berbagi pakai (sharing) file. Dibandingkan dengan protokol SMB (Server Message Block) yang dipakai Windows, NFS (versi 3) lebih sederhana. Yang dibutuhkan hanya path yang akan di-share, IP address yang boleh membuka path yang di-share tadi, permission dan opsi lanjutan. Versi NFS yang terakhir adalah versi 4, lebih kompleks dari versi 3, yang umumnya saya pakai. NFSv4 menyediakan mekanisme otentikasi tambahan menggunakan Kerberos dan GSS-API.

Untuk memasang NFS server di Linux, harus memasang paket NFS server terlebih dahulu. Tiap distribusi Linux memiliki nama dan cara yang berbeda untuk pake NFS server.

Debian (termasuk Ubuntu, Linux Mint)
# apt-get install nfs-kernel-server
CentOS (termasuk RHEL, Scientific Linux)
# yum install nfs-utils

Selanjutnya adalah mengkonfigurasi NFS server pada file /etc/exports. Setiap baris di file tersebut mewakili satu share NFS.

# seperti file konfigurasi *NIX pada umumnya, 
# sebuah komentar diawali dengan suatu karakter.
# Karakter awal komentar pada file ini adalah tanda pagar 
# penjelasan syntax: 
# <share-path> <hostname-or-subnet>(<sharing-options>)
/srv/nfs 192.168.58.0/24(rw,no_subtree_check)

Untuk NFS client, pada Debian memerlukan instalasi paket yang berbeda, yaitu nfs-common. pada CentOS, client dan server ada pada package yang sama. Setelah instalasi paket tersebut, jalankan

# mount -t nfs <nfs-server-address>:<share-path> <local-path>

Untuk FreeBSD, sintaksis /etc/exports-nya agak berbeda. Menurut manual, dengan hasil yang sama seperti menggunakan Linux, beginilah 1 baris definisi share pada NFS server FreeBSD

/srv/nfs -alldirs -network 192.168.58.0 -mask 255.255.255.0

Untuk meng-enable layanan NFS server di FreeBSD, tambahkan baris-baris berikut di file /etc/rc.conf

rpcbind_enable="YES"
rpc_lockd_enable="YES"
rpc_statd_enable="YES"

Tingkat kesulitan: menengah ke atas