semakin tua, semakin banyak tanggung jawabnya. kira-kira begitulah hidup kita sebagai manusia. ibu meminta saya untuk beli mobil satu lagi buat adek, dan STNK nya atasnamaku. setelah urusan-urusan beli mobil selesai dan mobil diantar ke rumah.. tibalah saatnya untuk mencoba. ah ternyata menyetir mobil matik untuk pertama kali bagi orang yang terbiasa dengan mobil M/T itu sesuatu banget. Suzuki Wagon R GL dengan transmisi AGS (auto gear shift) a la Suzuki ini gak berisik seperti neng Ayla. Untuk nyetir dalam kota memang lebih tidak capek, tapi tidak gegas untuk menyalip truk/bus.
Beberapa minggu berikutnya, aku harus mengantar Daniel kembali ke Jakarta untuk bekerja di sana setelah acara wisudanya selesai. tiba-tiba terpikir sesuatu...

Sekali kayuh, dua tiga pulau terlampaui

... kucoba mengendarai mobil ini dengan rute tol Waru-Juanda. Pendek saja dulu lah, namanya juga testing. Akhirnya keluar juga hentakannya dengan mode manual, walaupun ternyata harus digeber sampai 3000an RPM, karena ketika ganti gigi lebih tinggi pada RPM 2500an, mesinnya ngelitik. Yaa namanya juga city car, walaupun kesimpulan akhirnya boleh kubilang Suzuki pelit power demi konsumsi bahan bakar, tapi tidak terlalu buruk kog.