sekali lagi sebuah tragedi terjadi padaku. Hari Selasa lalu, aku akan mengumpulkan form SNMPTN, namun malam sebelumnya, aku bingung harus menulis alamatku yang di Pasuruan, atau di Pati. Ketika aku menghapus bagian Alamat, aku menghapusnya dengan tidak hati-hati sehingga formulir agak terlipat (lungset  in Javanese). Waduh, ini form ‘kan kayak LJK, lungset sedikit bisa berabe!!! Panik, aku diberi tahu teman kos untuk mencoba meluruskannya dengan setrika. Waaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa…………………………. tambah rusak. Akhirnya temanku itu berusaha menenangkan aku. Esok hari aku ke Unibraw untuk mengumpulkan form SNMPTN (now it’s mentioned /senam PeTeeN/), di sana aku dilempar-lempar ke mana-mana. Ahh, seperti biasa ketidakpastian kutelan dengan penuh perasaan (emangnya musik, pake perasaan segala). Akhirnya aku harus membeli lagi form SNMPTN. Ada beberapa hal yang membuatku bersyukur:

  • aku masih sempat bertemu dengan teman satu ruangan
  • pada saat mengembalikan form yang baru, tidak ada kesulitan apapun, tidak ada proses berbelit. Orang yang menerima formku hanya melihat dan take it easy, boy!
  • Tempatku tes di Institut Teknologi Nasional, yang konon katanya banyak hacker “ilmu hitam” lahir dari sana.

Tuhan pasti rencanakan sesuatu buatku, tapi apa???