masa FRS telah berakhir hari jumat yang lalu, namun masih meninggalkan kegelisahan diantara teman2ku. Ada yang mengeluh jadwal bentrok lah, gag kebagian kelas lah (kasian terutama yg bener2 ambil bidang minat tertentu, bukan campur aduk), SKS kurang lah (kapasitas maksimum SKS belum tercapai), dan lain-lain.

Semalam ada temen yang bingung gara2 SKS yg diambil kurang 1 dari kapasitas maksimum. Entah dapat kata2 dari mana, aku langsung bilang gini sama dia:

cepet lulus itu penting dan bagus kog. tapi alangkah lebih bagusnya kalau ada bidang lain yg dikuasai di luar kampus

sering kali kita tenggelam dalam paradigma bahwa semakin cepet lulus, apalagi dengan IPK yang memuaskan (mungkin > 3,5), semakin baik. padahal di kampusku itu tak banyak yang lulus tepat waktu, yang merupakan dambaan setiap orang tua terhadap anaknya [including my parents :')]. lebih mending mana, lulus telat tapi pandai baik akademis maupun non-akademis? atau lulus tiga setengah tahun, tapi hanya pandai secara akademis? Bukan berarti dengan posting ini aku menjadi besar kepala. Aku sadar bahwa kemampuan akademisku masih belum apa-apa dibandingkan kakak2 tingkat yang lulus tiga setengah tahun dan bikin usaha sendiri. Tapi paling tidak, aku bangga akan diriku, masih ada yang mau minta tolong ke aku :)

Semoga ini bisa menjadi bahan permenungan di tahun2 akhir kuliah