Sering kali di waktu senggang aku memainkan gitarku, biasanya tidak seperti hari ini, dan beberapa hari sebelumnya. Biasanya aku memainkan beberapa lagu pop yang ku-‘kemas ulang’ dengan easy listening jazz. namun ada yang kurang ketika aku meng-‘genjreng’ gitarku. entah kenapa ini terjadi di hari-hari sebelum Tri Hari Suci (apa hubungannya?). Sekarang, hal itu berubah ketika aku mendengarkan sebuah lagu yang diputar temanku. Lagu itu bertema tentang kehilangan belahan jiwa (ahh.. kayak lagunya D.O.T aja!!). Katanya sang vokalis meninggal dunia dengan cara bunuh diri. Padahal, kalau dia melakukan rekaman dengan baik, pasti dia akan terkenal karena menurutku suaranya bagus. Dan hari ini aku telah mendapatkan suatu pelajaran berharga. Aku memainkan chord-chord yang selama ini kuanggap sulit (seperti A7+5, C#7, Dm9, dan yang ada embel-embel 11 dan 13). Ternyata aku menyadari bahwa chord-chord yang kumainkan (pada lagu ‘Juwita Malam’, ‘Sabda Alam’, dan beberapa lagu lain) jazz banget. Sebenarnya apapun hal-hal sulit yang kita hadapi, jika dihadapi dengan sepenuh hati dan tenaga, pasti akan teratasi.