Menyanyi gaya populer vs gaya paduan suara

Kemaren pas latihan koor, aku sempet omong-omong dengan pak pelatih. Sepertinya bapak yang satu ini sudah cukup makan garam dengan dunia tarik suara. Waktu itu yang sedang diperbincangkan adalah perbedaan gaya menyanyi untuk solois (gaya populer dalam hal ini) dan gaya paduan suara. Memang kedua gaya ini bertolak belakang, bagai 2 sisi mata uang, tapi bukan tidak mungkin keduanya bisa kita pelajari. Pak Matius (sapaan sang bapak) mencontohkan lagu Jembatan Merah yang notabene kroncong, tapi beliau bernyanyi dengan gaya paduan suara. Lalu beliau bilang gini:

Lek lagu iki digawé ngono, iso ngguyu kabeh sing ngrungokno :))

Beliau melanjutkan dengan suatu kisah, ada salah satu muridnya yang sangat suka menyanyi solo. Begitu dia mempelajari gaya menyanyi paduan suara, tanggapannya negatif, bahkan dia bilang bisa merusak suara solois-nya, dan Pak Mat bilang bahwa anak ini belum bisa membuka hati dan pikirannya, bahwa kedua gaya menyanyi ini bisa dipelajari.

And finally, i wanna learn both of them :)