pandanganku tentang frase `orang kafir`

pagi ini aku dikejutkan dengan beberapa berita di teve mengenai blog mediaislam-bushro (on blogspot) yang diduga menjadi tulisan wakil dari orang yang paling dicari di republik tercinta ini, tak lain tak bukan adalah Abu Mu’awwidz Nur Din bin Muhammad Top Hafidzohullah alias Noordin M Top (diambil dari blog pada link sebelumnya). setelah aku telusur berdasarkan apa yang aku lihat di teve (judul halaman webnya “BUSHRO”, dengan ikon B besar berwarna oranye, yang berarti blog tersebut berada pada hosting blogspot.com), akhirnya aku googling berdasarkan kata kunci inurl:blogspot.com intitle:BUSHRO akhirnya ketemu blog yang dimaksud.

Setelah aku baca isinya, ternyata memang sangat berkaitan erat pada pengeboman 17 Juli lalu. Di situ dikatakan bahwa the Americans adalah orang kafir, musuh Allah, etc. IT’S COMPLETELY WEIRD!!!!

Tadi sore sempat aku berpikir, “apa sih yang dimaksud orang kafir,” di benakku mengatakan bahwa orang kafir adalah orang yang tak mengenal Tuhan dalam hidupnya. Di kalimat ini masih harus ditarik benang merahnya lagi, karena memang terlalu kompleks buatku untuk menjelaskannya. Setiap saat, ketika aku merasa bahwa ada kejadian buruk yang telah menimpa diriku, selalu kulakukan feedback terhadap apa yang telah kulakukan sebelumnya. Dengan feedback tadi, aku merasa bahwa Tuhan telah mengaturnya, sehingga kita menjadi semakin belajar untuk memperbaiki kualitas hidup. Mungkin orang kafir dalam hidupnya tak pernah ada semacam feedback seperti itu.

O ya, jika ada yang merasa tulisan ini salah besar, nggak penting, ngawur, dsb. Tolong dikritik dengan menambahkan komentar pada post ini.