sebelum mulai kuliah lagi, akan kutuliskan beberapa pengalaman selama liburan, terutama yang di bulan agustus. Awal bulan agustus aku berlibur di rumah tanteku di Pasuruan. Tak ada angin tak ada hujan, tiba2 seorang teman meminta tolong untuk menginstallkan Hackintosh (hacked-version of Macintosh) di PCnya. Ternyata instalasi tak semudah yang dibayangkan. Ketika bootloader tidak terinstal dengan baik pun, harus booting lewat CD agar dapat mem-boot Hackintosh. Kompatibilitas hardware yang sangat minim memacuku untuk aktif di forum-forum hackintosh, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Aku pun tertantang untuk mencoba Hackintosh di laptopku. Aduhai…. puji Tuhan, graphic card-ku dikenali dengan baik (kata orang2 di forum “QE/CI supported”). sayangnya, koneksi jaringan tak dapat dibuat karena hardware jaringan tidak dikenali. Untuk sound, awalnya tidak bunyi. tapi setelah aku blusukan di berbagai forum, akhirnya dapet juga drivernya. Menginstal Hackintosh sendiri tidak cukup hanya 1kali. Harus berkali2 instal ulang  untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Dan kata seseorang di forum “Seorang Hackintosh-er sejati paling tidak memiliki 2 atau lebih distro Hackintosh”. Waduh… iya kalo yang punya bandwidth gede sih ga masalah. Kasian yg ga punya itu lo… :))

Satu lagi, 2 minggu sebelum 17-an, aku sudah sampai di Surabaya (udah ada yg cari2 aq, hehehehe..). tiba2 teman yang sama minta tolong lagi betulin hard disknya. Ternyata boot flag-nya pindah ke partisi no 3. waduh…. susah iki. Akhirnya aku pandu dia memakai terminal Linux untuk betulin itu lewat program fdisk. Puji Tuhan, everything is going OK.