setelah sekian tahun aku berkutat di dunia jazz yang (buatku) begitu indah dan penuh warna, dan aku melihat teman-temanku dan orang-orang yang hanya mendengar atau sekaligus memainkan musik jazz, pecinta jazz terbagi dalam dua kubu: pendengar dan pemain.

satu yang pasti, lucu kedengarannya kalau seorang pemain jazz tidak menyukai musik jazz =)) tapi persamaan di antara keduanya adalah mereka kebanyakan adalah kaum intelektual. Tompi adalah seorang dokter. Beben Jazz pernah menjadi manager IT di suatu bank (yang pasti ini programmer hebat lah..)* kalo harus melihat sejarah musik jazz, kayaknya selaras sih. Musik jazz lahir dari orang-orang Afro-Amerika yang sedang terkekang kebebasannya. perbedaannya adalah cara pandang “kebebasan” antara pendengar dan pemain. Pendengar melihat kebebasan di sini memberikan suatu warna-warni di dalam dunia mereka. Mereka bisa merasakan indahnya harmonisasi dibalut dengan improvisasi yang pas dan terdengar enak di telinga mereka, bahkan apa yang terdengar biasa pun menjadi tidak biasa. Pemain jazz melihat kebebasan di dalam musik jazz adalah kebebasan mereka untuk berimprovisasi, mengekspresikan apa yang mereka rasakan, dan mencampuradukkan berbagai genre dengan jazz, sehingga terciptalah subgenre-subgenre dalam jazz yang membuat jazz begitu berwarna.

N.B.: * perlu konfirmasi. aku lupa soalnya ????