yah… emang susah klo harus berada di balik proxy (a.k.a squidward kata mas Subhi). beberapa situs sosnet seperti Facebook dan Twitter tidak dapat dibuka. Tapi tetep aja, temen-temenku tidak kehilangan akal. Seseorang bikin akun di Plurk dan akhirnya getok tular pun terjadi. Sekarang hampir semua teman-teman mempunyai akun Plurk, dan aku juga ???? Sama seperti situs jejaring sosial yang lain, setiap orang dapat terhubung. tapi koneksi pertemanan terbagi 2, Friends dan Fans. Aku gag tau bedanya apa (klo ada yg tau, komen ya :D). Modelnya adalah timeline. Postingan kita dan teman-teman kita terpasang pada timeline sesuai dengan waktu plurks dikirim. Dan ada satu fitur yang membuat Plurk beda dengan yg lain yaitu “karma”. Di dunia nyata, karma berarti suatu balasan atas perbuatan kita. Mungkin filosofi itu yang dipake oleh developernya untuk memberi “imbalan” atas penggunaan Plurk. Semakin sering kita mem-post plurks, semakin banyak plurk kita direspon atau kita merespon plurk orang, nilai karma akan naik. Untuk setiap rentangan karma tertentu, ada beberapa fitur yang “dibuka” untuk kita gunakan, seperti memberi judul timeline, emoticons yang keren, de el el.

Hmmm… tapi lama2 bosen jg sih. meski kadang2 asyik juga ber-geje2 ria bareng teman-temanku.