Review: Mahagenta - Self Titled (2010)

Beberapa waktu lalu pas iseng-iseng browsing jazz corner di kaskus, eh malah dapet yang enggak2. salah satunya album dari Mahagenta. Entah ini indie atau bukan, yang pasti grup yang satu ini cukup berani memadukan alat-alat musik yang notabene adalah pentatonis (Javanese traditional & a little bit Sundanese) dengan musik jazz modern. Pas pertama kali denger trek “Menari-nari” aku bingung. begini bingungnya:

ngomong2 ini biramanya berapa sih? 3/4 kyknya bukan. truz klo 5/4, Take Five pun gag kyk gini deh rasanya.

Perpaduan alat-alat musik tradisional dan vokal sinden dan waranggana dengan musik jazz modern yang manis membuat musik Mahagenta bisa dianggap sebagai babak baru World Music di Indonesia. Sayangnya, masih jarang grup-grup musik yang mengusung musik tradisional dalam komposisi mereka. Akankan Mahagenta meneruskan kiprah Kua Etnika, Gong 2000, dan grup-grup musik etnik (a.k.a World Music) lainnya?