/ information technology

Reviving an Old Hardware is Hard

Seminggu lalu aku mencoba menghidupkan kembali komputer jebot di rumah yang kuanggap luar biasa waktu aku bersekolah di SMP. Aku tanyakan bapakku dulu apakah masih sering dipakai, dan jawaban beliau negatif: sangat jarang dipakai. Kebetulan di kamar kos ada perangkat keras dari robengan komputer di lab yang sudah rusak. Ada 1 hard disk IDE 80GB, 1 DVD drive (IDE juga). Komputer jebot ini adalah sebuah Pentium III 450MHz dengan RAM 192MB dan 12GB hard disk, tak lupa sebuah CD-ROM drive dan floppy drive. Hal pertama adalah merekayasa perangkat keras. Ternyata penanganannya lumayan susah!  Beberapa kali aku coba ganti konfigurasi hardware, dan kadang-kadang komputer ini mengalami gagal booting, padahal segala sesuatu sudah terpasang dengan baik. Ternyata, tanpa alasan yang jelas (maklum hardware tua), proses booting terkadang cukup lama sampai harus ditinggal makan dulu :p

Untuk sistem operasi, awalnya pake FreeBSD. Dan ternyata jadi ribet. Virtual disk image yang isinya ports tree ada, tapi virtual machine FreeBSD gak ada :( Akhirnya kuganti jadi Debian Squeeze. Eh cari-cari kapan end-of-life nya, ternyata awal 2014 udah berakhir. Ya sudah, upgrade ke Debian Wheezy. Untungnya Debian gampang hehehe ????

Dengan memori 192MB, install Samba dan CUPS. untuk keperluan DNS dan DHCP pakai dnsmasq sudah cukup.