/ music

Sakamichi no Apollon: Anime romantis dengan sentuhan Jazz

Setelah puas menginap di kampus, pulanglah aku ke kos. Dan suatu energi yang tak diketahui mendorongku untuk menonton sebuah judul anime: Sakamichi no Apollon. Judul ini aku ketahui dari seorang teman di kantor yang tau kalo aku suka jazz. Oke, setelah gugling ke mana-manatak juga ketemu link download. “Ah ya sudah,” aku hampir saja menyerah dan tiba-tiba menemukan link yang menyediakan streaming ???? Ya lumayanlah daripada cuma baca manganya, gak kedengeran musiknya :p Overall, anime ini cerita cintanya mirip dengan sinetron-sinetron cinta-cintaan remaja yang hampir tiap hari tayang di suatu channel teve di Indonesia. Tapi buat aku bukan itu yang menjadi fokus perhatianku. Yang membuatku terkesan adalah bagaimana musik jazz bisa menyatukan dua sahabat karib yang sedang berselisih pendapat.

Kisahnya diawali dengan seorang pemuda bernama Kaoru yang baru pindah sekolah (sepertinya latar belakang sekolahan udah umum banget di anime-anime Jepang :D). Di lingkungan sekolah yang baru, dia menemui seorang berandal bernama Sentaro yang paling ditakuti di sekolah, yang tidak segan berkelahi dengan sesama siswa yang berselisih dengan dia. Sang pemuda dan berandal ini pun sahabatan gara-gara temen cewek bernama Ritsuko yang adalah ketua kelas mengajaknya ke rumahnya yang kebetulan toko musik yang menjual rekaman vinyl berbagai musik, khususnya jazz. Nah di basement rumah Ritsuko ada studio kecil yang ada piano dan drumset. Si berandal ini ternyata seorang drummer. Di awal-awal sudah dikasih petunjuk bahwa dia seorang drummer: dia memukul-mukul sepasang dahan ke tembok atau benda-benda di sekitarnya dengan irama tertentu. Persahabatan ketiganya semakin erat, dan mereka sering ngejam bareng di basement rumah Ritsuko.

Konflik terjadi ketika Sentaro memilih untuk menjadi drummer band temannya yang lain yang bernama Seiji, yang punya mimpi untuk menjadi superstar demi membantu orang tuanya, untuk tampil di festival sekolah. Kaoru menganggap keputusan Sentaro adalah suatu pengkhianatan. Dan sejak itu, mereka berdua tak pernah ngejam bareng, bahkan saling menyapa pun tidak.

Saat festival sekolah tiba, band pop Seiji pun tampillah. Di tengah-tengah penampilan lagu pertama, tiba-tiba listrik mati. Waktu itu Kaoru juga menjadi bagian dari panitia festival, sehingga dia ikut membantu menelusuri penyebab listrik mati. Tak kunjung ditemukan penyebabnya, Kaoru berusaha agar festival tetap berjalan. Akhirnya dia bersolo piano dengan gaya jazz. Tidak diduga, Sentaro pun bergabung dan memainkan drum. Permainan mereka berdua membuat hall tempat mereka tampil menjadi semakin ramai.

Itu sepenggal cerita dalam serial anime yang dalam bahasa Inggris berarti Kids on The Slope. Seperti biasa, setelah menonton sebuah film atau semacamnya, pasti cari Original Soundtrack nya.