/ OpenSource

Seputar UEFI

Beberapa hari ini, kuliah MMT begitu banyak tugas. dan saking banyaknya tugas, aku sampe gak sempet ngoprek sama sekali. Suatu saat aku googling mengenai sesuatu terkait judul postingan ini.Aku mendapati laporan 3-bulanan ini. Sangat menarik bahwa dukungan UEFI boot untuk FreeBSD sudah hampir selesai.

Kita semua tahu bahwa teknologi IBM-PC compatible BIOS sudah sangat tua. Bahkan (mungkin) jauh lebih tua daripada yang pake ???? Oleh sebab itulah aku membeli perangkat keras baru yang sudah mendukung UEFI. Memanfaatkan UEFI ini sebenarnya gampang-gampang susah (mungkin lumayan susah bagi mereka yang bukan power user :v ). Sebelum melangkah lebih jauh, teknologi ini sudah lama sekali dipakai oleh perangkat keras keluaran Apple, yaitu Mac Pro, MacBook (Pro dan Air). Syarat pertama untuk menggunakan UEFI adalah memformat hard disk menggunakan skema partisi GUID Partition Table (GPT). Setelah itu, jangan lupa untuk membuat EFI System Partition, yaitu sebuah partisi yang diletakkan paling awal, berformat FAT32, dan berukuran 200MB. Anda akan bertanya-tanya mengapa harus partisi sekecil ini. Jika anda pengguna Mac yang suka ngutak-atik sistem Mac OS menggunakan terminal, anda akan menemui partisi semacam ini pada hard disk anda. Meskipun EFI yang digunakan perangkat Mac agak berbeda dengan UEFI pada PC, mereka memiliki kesamaan. Salah satu kesamaannya adalah kita dapat mengubah boot sequence tanpa harus melalui configuration screen yang umumnya disediakan di PC. Kalau di PC saya sih pencet F2 untuk masuk ke situ. Jadi, setelah OS selesai booting, dengan program khusus kita dapat mengubah boot sequence secara langsung. Jika pada Mac OS ada UI khusus, pada Linux kita gunakan efibootmgr.

Di posting-posting berikutnya saya akan rumuskan bagaimana caranya membuat live usb yang UEFI bootable, cara instalasi Linux tanpa installer dengan UEFI dan LVM, semuanya menggunakan BlankOn Linux (dipraktekkan pake Debian juga bisa kog :D)